Konfigurasi Static Routing pada Router MikroTik

mikrotik_logo_newIntroduction

 Static routing adalah teknik routing yang dilakukan dengan memasukan entry routing secara manual ke dalam tabel routing. Tabel routing memuat informasi mengenai jaringan-jaringan yang dapat dituju oleh sebuh router.

 Static routing memiliki beberapa keuntungan sebagai berikut :

  •  Tidak menguras resource router
  • Mudah dalam penerapan filtering
  • Mudah dalam melakukan troubleshoot
  • Lebih aman

 Namun static routing tidak ideal jika jumlah router dalam jaringan terlalu banyak, karena sangat merepotkan administrator jaringan dalam membuat entry route. Dalam kondisi tersebut, static routing biasanya hanya digunakan pada stub router yang menghubungkan jaringan lokal ke jaringan Internet.

Routing tabel

Routing tabel merupakan tabel yang memuat informasi tentang jaringan yang dapat dituju oleh router. Informasi ini sering disebut entry route. Secara detail informasi yang lebih detail dari sebuah entry route adalah sebagai berikut :

  • Network address dari jaringan yang dapat dituju
  • Subnet mask dari network address tersebut
  • Interface atau IP Address router tetangga (next hop) yang dapat digunakan untuk menuju suatu jaringan.

 Tabel routing akan tidak memiliki informasi jika belum dikonfigurasikan IP Address pada sebuah router. Jika sudah dikonfigurasikan IP Address pada setiap interface maka jumlah entry pada tabel routing akan sama dengan jumlah IP Address yang ada pada keseluruhan interface.

Untuk melihat tabel routing dapat menggunakan perintah sebagai berikut :

[admin@R1] > ip route print
Flags: X - disabled, A - active, D - dynamic,
C - connect, S - static, r - rip, b - bgp, o - ospf, m - mme,
B - blackhole, U - unreachable, P - prohibit
 #      DST-ADDRESS        PREF-SRC        GATEWAY            DISTANCE

 

 Jika Anda melakukan penambahan konfigurasi IP Address pada setiap interface seperti berikut :

[admin@R1] > ip address add address=192.168.1.1/24 interface=ether1 

[admin@R1] > ip address add address=192.168.2.1/24 interface=ether2

 

 Maka tabel routing akan terlihat seperti berikut :

[admin@R1] > ip route print
Flags: X - disabled, A - active, D - dynamic,
C - connect, S - static, r - rip, b - bgp, o - ospf, m - mme,
B - blackhole, U - unreachable, P - prohibit
 #      DST-ADDRESS        PREF-SRC        GATEWAY            DISTANCE
 0 ADC  192.168.1.0/24     192.168.1.1     ether1             0      
 1 ADC  192.168.2.0/24     192.168.2.1     ether2             0

 

Jika Anda menambahkan sebuah IP Address lagi, maka tabel routing dapat dilihat seperti uraian berikut :

[admin@R1] > ip address add address=192.168.3.1/24 interface=ether2

[admin@R1] > ip route print                                       
Flags: X - disabled, A - active, D - dynamic,
C - connect, S - static, r - rip, b - bgp, o - ospf, m - mme,
B - blackhole, U - unreachable, P - prohibit
 #      DST-ADDRESS        PREF-SRC        GATEWAY            DISTANCE
 0 ADC  192.168.1.0/24     192.168.1.1     ether1             0      
 1 ADC  192.168.2.0/24     192.168.2.1     ether2             0      
 2 ADC  192.168.3.0/24     192.168.3.1     ether2             0

 

Configuring Static Routing

Untuk memasukkan entry route secara manual (static), maka parameter yang harus dimasukkan adalah network address tujuan, subnet mask dan IP Address dari next hop.

 

 Perintah yang digunakan untuk mengkonfigurasikan static routing pada jaringan diatas adalah sebagai berikut :

 [admin@A] >ip route add dst-address=192.168.20.0/24 gateway=10.10.10.2

 [admin@B] >ip route add dst-address=192.168.10.0/24 gateway=10.10.10.1

 

 

Pemeriksaan tabel routing dapat dilakukan untuk memastikan bahwa entry tersebut diterima oleh router

[admin@R1] > ip route print                                       
Flags: X - disabled, A - active, D - dynamic,
C - connect, S - static, r - rip, b - bgp, o - ospf, m - mme,
B - blackhole, U - unreachable, P - prohibit
 #      DST-ADDRESS               PREF-SRC        GATEWAY            DISTANCE
 0 ADC  10.10.10.0/24           10.10.10.1        ether1                  0      
 1 ADC  192.168.10.0/24         192.168.10.1      ether2                  0      
 2 A S  192.168.20.0/24                           10.10.10.2              0

 

[admin@R2] > ip route print                                       
Flags: X - disabled, A - active, D - dynamic,
C - connect, S - static, r - rip, b - bgp, o - ospf, m - mme,
B - blackhole, U - unreachable, P - prohibit
 #      DST-ADDRESS               PREF-SRC        GATEWAY            DISTANCE
 0 ADC  10.10.10.0/24           10.10.10.2        ether1                  0      
 1 ADC  192.168.10.0/24                           10.10.10.1              0      
 2 ADC  192.168.20.0/24         192.168.20.1      ether2                  0

   

 
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *